second

Second,

Permasalahan di keluargaku semakin rumit, serumit perkuliahanku. Ya, kuliahku berantakan. Banyak pikiran yang datang begitu saja hingga akhirnya aku tidak fokus dan konsen untuk kuliah. Sampai akhirnya aku tidak bisa lulus tepat waktu, bahkan sampai saat ini aku menulis blog ini pun aku belum lulus juga. Jadi doakan aku ya gaiss. J

By the way, aku kuliah di salah satu Universitas swasta ternama di Yogyakarta di jurusan yang sebenarnya tidak aku dambakan. Tetapi aku tetap menjalaninya dengan penuh semangat (awalnya). Setelah menginjak semester semester akhir, mulai tidak ada teman, mulai malas, mulai berfikir untuk mundur. Tapi aku tetap maju dengan segala ketidak-tahuanku tentang jurusanku, hasilnya? Nihil. Aku tidak bisa. Tapi aku masih berjuang untuk menyelesaikannya.

Awal kuliah, aku pengen banget masuk di HI (Hubungan International, tapi orang tuaku tidak mengijinkannya dengan alasan kalau kelak mendapatkan pekerjaan tidak bisa menetap di satu tempat. Oke, aku mengurungkan niatku untuk masuk ke jurusan tersebut. Kedua, aku pengen masuk jurusan Psikologi. Orang tuaku pun tidak mengijinkan dengan alasan nanti bisa jadi gila, karena sepengetahuan orang tuaku psikologi berkaitan dengan orang gila. Mungkin maksud orang tuaku, orang tuaku tidak mau aku menjadi orang gila. :D (padahal mah sekarang sudah ‘gila’)
Aku mundur.

Akhirnya aku dijerumuskan ke jurusan ini, yang awalnya aku yakin aku bisa melewatinya. Tapi ternyata ZONK! Aku tidak bisa. Aku tidak sanggup. Aku sok iyes. Aku sok bisa. Aku sok tegar. Tapi aku punya motivasi kuat untuk mendirikan sebuah apotek suatu saat nanti. Itu yang membuatku masih bertahan, walaupun sangat sulit buat aku jalani.

Comments

Popular Posts